FTSE Russell Depak 4 Saham RI, Dana Asing Rp 4 Triliun Kabur dari Bursa
- Keputusan FTSE Russell mengeluarkan empat saham asal Indonesia dari indeks FTSE Global Equity Index Series (GEIS) memicu arus keluar dana asing (foreign outflow) hingga Rp 4 triliun dari pasar modal domestik.
Tekanan jual asing tersebut bahkan disebut menjadi salah satu faktor yang membuat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah dalam delapan hari perdagangan berturut-turut.
FTSE Russell sebelumnya mengumumkan pengeluaran empat saham Indonesia dalam laporan bertajuk "June 2026 Quarterly Review" yang dipublikasikan pada Sabtu (23/5/2026).
Empat saham yang dikeluarkan tersebut yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA), PT Daaz Bara Lestari Tbk (DAAZ), PT Hillcon Tbk (HILL), dan PT Mulia Industrindo Tbk (MLIA).
Baca juga: FTSE Russell Coret DSSA hingga HILL, Standar Saham RI Kian Ketat
Investment Specialist PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Ahmad Faris Mu’tashim, mengatakan arus keluar dana asing telah terjadi lebih awal sebelum pengumuman resmi FTSE Russell dirilis.
Menurutnya, manajer investasi yang menggunakan FTSE sebagai acuan alias benchmark produk Exchange-Traded Fund (ETF) sudah melakukan aksi front run atau penyesuaian portofolio lebih dahulu. Aksi itu memicu keluarnya dana asing sekitar Rp 4 triliun dari pasar modal domestik.
“Untuk aksi outflow sebenarnya sudah mulai frontrun dari MI (manager investasi) yang menggunakan FTSE sebagai benchmarking indeks ETF dengan foreign outflow sebesar Rp 4 triliun,” ujar Faris saat dihubungi Kompas.com, Sabtu (23/5/2026),
Bahkan, foreign outflow menjadi salah satu faktor yang menekan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga melemah selama delapan hari perdagangan berturut-turut.
“Ini yang menyebabkan IHSG melemah delapan hari beruntun,” paparnya.
Meski demikian, ia menilai tekanan jual asing akibat keluarnya empat saham Indonesia dari indeks FTSE Russell tidak akan sebesar saat Morgan Stanley Capital Indonesia (MSCI) menghapus enam saham Indonesia dari indeks standarnya.
Selain karena aksi front run sudah terjadi lebih awal, nilai dana kelolaan atau asset under management (AUM) yang menggunakan FTSE sebagai acuan jauh lebih kecil.
Faris mencatat total dana investasi global yang berbasis indeks FTSE hanya sekitar sepertiga dibandingkan dana kelolaan yang menggunakan MSCI sebagai benchmark, sehingga potensi tekanan arus keluar dana asing dari pasar saham Indonesia relatif lebih terbatas.
“Tidak, selain karena front run, dana kelolaan dengan benchmark FTSE secara AUM hanya sepertiga dari Indeks dengan benchmarking MSCI,” tukas dia.
Faris sebelumnya mencatat bahwa keluarnya saham Indonesia dari indeks MSCI memicu arus keluar dana asing. Kondisi tersebut terjadi karena fund manager pasif umumnya wajib menyesuaikan komposisi portofolio mengikuti perubahan indeks terbaru.
Akibatnya, saham-saham yang masuk daftar penghapusan atau deletion berpotensi mengalami tekanan jual cukup besar di pasar. Nilai potensi dana keluar dari saham-saham tersebut diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp 22 triliun.
“Tentunya hal ini akan membuat outflow dari pengelola dana pasif, yang membuat tekanan besar pada saham yang masuk delection dengan potensi Rp 22 triliun,” pungkas Faris kepada Kompas.com,
FTSE Russell menyatakan keputusan mendepak saham-saham Indonesia efektif berlaku setelah penutupan perdagangan pada 19 Juni 2026. Meski demikian, hasil tinjauan indeks masih dapat mengalami revisi hingga penutupan perdagangan Jumat, 5 Juni 2026.
“Harap diperhatikan, perubahan hasil tinjauan indeks yang tercantum dalam file lampiran masih dapat mengalami revisi hingga penutupan perdagangan pada Jumat, 5 Juni 2026. Mulai Senin, 8 Juni 2026, perubahan hasil tinjauan indeks akan dianggap final. Setiap perubahan selanjutnya umumnya hanya akan dipertimbangkan dalam kondisi luar biasa, sesuai dengan kebijakan dan pedoman perhitungan ulang indeks FTSE Russell,” tulis FTSE Russell dalam pengumuman resminya.
Baca juga: MSCI dan FTSE Coret Saham RI, Momentum Benahi Pasar Modal
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #ftse #russell #depak #saham #dana #asing #triliun #kabur #dari #bursa