Indonesia dan Korsel Kaji Proyek CCS Lintas Batas di Asri Basin
PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited, SK Innovation dan anak usahanya, SK Earthon menandatangni kesepakatan Joint Study Agreement (JSA) di ICE BSD, Tangerang, Rabu (20/5/2026).(Corcom PHE)
18:04
23 Mei 2026

Indonesia dan Korsel Kaji Proyek CCS Lintas Batas di Asri Basin

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) bersama ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited dan dua raksasa energi Korea Selatan (Korsel) bekerja sama dalam studi pengembangan proyek carbon capture and storage (CCS) lintas negara.

Dua perusahaan Korsel tersebut adalah SK Innovation dan anak usahanya, SK Earthon. SK Earthon bergerak di bidang eksplorasi minyak bumi dan gas alam.

PHE, ExxonMobil, SK Innovation, dan SK Earthon menandatangani Joint Study Agreement (JSA) terkait pengembangan proyek transboundary CCS Indonesia dan Korsel.

“Melalui kolaborasi strategis ini, PHE bersama mitra global berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem CCS yang terintegrasi di Indonesia,” kata Corporate Secretary PHE, Hermansyah Y Nasroen, dalam keterangannya, Sabtu (23/5/2026).

Baca juga: Asri Basin Diproyeksi Jadi Pusat Penyimpanan Karbon Besar di Asia Pasifik

Kesepakatan tersebut ditandatangani Direktur Utama PHE Awang Lazuardi, Vice President SK Innovation Jongmun Lee, Vice President SK Earthon Dooyun Park, dan President ExxonMobil Low Carbon Solutions Indonesia Limited Egon E Van Der Hoeven.

Hermansyah mengatakan kerja sama ini mencakup studi pendahuluan dan studi kelayakan proyek cross border CCS.

Skemanya dilakukan dengan mengirimkan karbon dioksida atau CO2 dari Korsel ke Indonesia.

CO2 tersebut nantinya akan disimpan di CCS Hub Asri Basin, wilayah perairan antara Jawa dan Sumatera.

Kesepakatan ini dinilai menjadi langkah strategis dalam pengembangan ekosistem CCS di kawasan Asia Pasifik.

Hermansyah menyebut JSA tersebut menunjukkan komitmen PHE, ExxonMobil, SK Innovation, dan SK Earthon dalam mendukung proyek dekarbonisasi dan target net zero emission (NZE).

Menurut Hermansyah, kerja sama tersebut menjadi tonggak dalam mendorong industri penangkapan dan penyimpanan karbon di Indonesia.

Baca juga: Pemanfaatan Teknologi CCS Justru Berisiko Tingkatkan Emisi Karbon

Kerja sama ini juga memperkuat peluang kolaborasi bisnis rendah karbon di tingkat internasional.

“Inisiatif ini tidak hanya menjadi bagian dari upaya dekarbonisasi, tetapi juga membuka peluang investasi baru, transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat pengembangan CCS di kawasan Asia Pasifik,” ujar Hermansyah.

Hermansyah menyebut proyek CCS lintas batas Indonesia dan Korsel berpotensi menarik investasi hingga 600 juta dolar Amerika Serikat (AS).

Nilai tersebut setara sekitar Rp 10,6 triliun.

Kajian PHE juga menunjukkan proyek itu berpotensi menciptakan 2.000 lapangan kerja selama masa pembangunan untuk setiap kapasitas penyimpanan CO2 sebesar 1 juta ton per tahun atau million tonnes per annum (MTPA).

Hermansyah menegaskan PHE akan terus berinvestasi di sektor koperasi dan bisnis hulu migas sesuai prinsip environmental, social, and governance (ESG).

PHE juga menerapkan Zero Tolerance on Bribery dan mencegah fraud melalui Sistem Manajemen Anti Penyuapan.

“Memastikan perusahaan bersih dari penyuapan,” tutur Hermansyah.

Tag:  #indonesia #korsel #kaji #proyek #lintas #batas #asri #basin

KOMENTAR