Harga Minyak Dunia Sepekan Turun, Pasar Cermati Peluang Damai AS-Iran
Ilustrasi kilang minyak.(FREEPIK/ARTPHOTO_STUDIO)
10:28
23 Mei 2026

Harga Minyak Dunia Sepekan Turun, Pasar Cermati Peluang Damai AS-Iran

- Harga minyak dunia tercatat melemah sepanjang pekan ini di tengah sinyal positif dari pembicaraan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik di Timur Tengah.

Meski kedua negara menunjukkan perkembangan menuju kesepakatan, sejumlah persoalan utama masih belum terselesaikan.

Perbedaan pandangan terkait cadangan uranium Iran yang diperkaya dan pengaturan jalur pelayaran di Selat Hormuz masih menjadi hambatan utama negosiasi.

Pada perdagangan Jumat (22/5/2026), harga minyak mentah Brent untuk acuan internasional naik 96 sen menjadi 103,54 dollar AS per barrel.

Baca juga: Pasar Minyak Dunia Bakal Masuk Zona Merah Mulai Juli, Krisis Energi Mengintai

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 25 sen ke level 96,60 dollar AS per barrel.

Meski ditutup menguat pada akhir perdagangan, harga minyak tetap membukukan pelemahan dalam sepekan.

Minyak Brent turun lebih dari 5 persen sepanjang pekan, sedangkan minyak mentah AS terkoreksi lebih dari 8 persen.

Tekanan terhadap harga minyak muncul setelah Presiden AS, Donald Trump pada awal pekan menyatakan menunda rencana serangan terhadap Iran untuk memberi ruang bagi proses diplomasi.

Baca juga: Harga BBM Naik di India dan Kamboja, Tekanan dari Krisis Minyak Mentah

Pasar masih menunggu kepastian

Dikutip dari CNBC, Sabtu (23/5/2026), Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio sebelumnya menyebut terdapat "sinyal positif" menuju kesepakatan damai.

Namun, Washington menegaskan kesepakatan sulit tercapai apabila Iran tetap berupaya mengendalikan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz secara permanen.

Analis ING menilai pelaku pasar masih berupaya membaca arah negosiasi antara Washington dan Teheran.

Meski optimisme mulai muncul, ketidakpastian masih mendominasi karena pembicaraan damai sebelumnya juga sempat menunjukkan kemajuan sebelum akhirnya kembali menemui jalan buntu.

Kondisi tersebut membuat sebagian investor memilih bersikap hati-hati terhadap perkembangan terbaru.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Naik, Pasar Ragukan Kesepakatan AS-Iran

Risiko pasokan minyak belum hilang

Di sisi lain, kekhawatiran terhadap pasokan energi global masih membayangi pasar.

Badan Energi Internasional atau International Energy Agency (IEA) memperingatkan pasar minyak berpotensi memasuki fase tekanan tinggi menjelang musim panas di belahan bumi utara.

Peningkatan permintaan perjalanan pada musim liburan diperkirakan dapat mempercepat penurunan stok energi global.

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol mengatakan solusi paling penting untuk meredakan guncangan energi akibat perang Iran adalah pembukaan kembali Selat Hormuz secara penuh dan tanpa syarat.

Menurut dia, negara-negara berkembang di Asia dan Afrika berpotensi merasakan dampak paling besar apabila gangguan pasokan energi terus berlangsung.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur distribusi energi paling penting di dunia.

Baca juga: Harga Minyak Dunia Turun 2 Persen di Tengah Ketidakpastian Konflik AS-Iran

Sekitar 20 persen pasokan minyak global dan gas alam cair dunia biasanya melewati jalur tersebut.

Namun, aktivitas pengiriman energi di kawasan itu nyaris terhenti sejak konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel meningkat pada 28 Februari 2026.

Lembaga keuangan MUFG dalam riset terbarunya juga memperingatkan normalisasi pasokan minyak Timur Tengah kemungkinan baru dapat berlangsung penuh pada 2027 mengingat besarnya gangguan akibat konflik yang masih berlangsung.

Tag:  #harga #minyak #dunia #sepekan #turun #pasar #cermati #peluang #damai #iran

KOMENTAR