Sinyal Bullish, IHSG Berpotensi Lanjut Reli Kamis Ini, Intip Rekomendasi Saham Analis
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi lanjut menguat pada perdagangan Kamis (26/3/2026), setelah indeks naik 2,75 persen ke level 7.302,121 saat penutupan perdagangan Rabu kemarin.
Pengamat pasar modal sekaligus Founder Republik Investor, Hendra Wardana, mencatat IHSG berpotensi menguat dengan menguji area 7.339, serta resistance di posisi 7.400.
Jika indeks mampu menembus area tersebut dengan volume yang meningkat, maka ada peluang IHSG bergerak menuju area 7.450-7.500 dalam jangka pendek. Namun jika gagal menembus 7.400, maka indeks bisa bergerak konsolidasi terlebih dahulu di kisaran 7.200-7.400.
“Namun jika gagal menembus 7.400, maka IHSG berpotensi bergerak konsolidasi terlebih dahulu di kisaran 7.200-7.400,” ujar Hendra saat dihubungi Kompas.com, Rabu malam (25/3/2026).
Baca juga: IHSG Menguat 2,75 Persen Usai Libur Lebaran, BEI Minta Investor Tetap Rasional
Ia memandang penguatan IHSG menggambarkan mulai pulihnya kepercayaan investor terhadap pasar modal Tanah Air, sejalan dengan sentimen global dan domestik yang relatif kondusif.
Mayoritas bursa Asia yang bergerak di zona hijau menjadi katalis eksternal utama. Sementara aliran dana asing yang kembali masuk, meskipun belum besar, turut menopang penguatan indeks. Kondisi ini memberikan sinyal awal bahwa minat investor terhadap aset berisiko mulai kembali terbentuk, meski belum sepenuhnya solid.
“Bursa Asia yang mayoritas menguat menjadi katalis positif, ditambah dengan masih masuknya dana asing meskipun dalam jumlah yang belum terlalu besar,” paparnya.
Dari dalam negeri, wacana pemangkasan anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dinilai menjadi sentimen positif karena mencerminkan komitmen pemerintah menjaga disiplin fiskal.
Stabilitas fiskal penting untuk meredam kekhawatiran pelebaran defisit APBN, sekaligus menjaga nilai tukar rupiah, imbal hasil obligasi, dan peringkat kredit Indonesia.
Baca juga: IHSG Melonjak 2,75 Persen ke 7.302, Mayoritas Saham di Zona Hijau
Namun, di balik penguatan IHSG, tekanan eksternal belum sepenuhnya mereda. Nilai tukar rupiah yang masih bertahan di kisaran Rp 16.900 per dollar AS menunjukkan faktor global masih membayangi pasar domestik.
Di sisi lain, kenaikan harga emas dan pelemahan harga minyak dunia mengindikasikan bahwa sentimen risk on global belum terbentuk secara kuat.
Hendra menyebut kondisi tersebut membuat aliran dana asing ke pasar emerging market, termasuk Indonesia, masih bersifat selektif. Karena itu, dalam jangka pendek, pergerakan IHSG akan sangat dipengaruhi oleh dinamika rupiah dan intensitas capital inflow asing.
“Di tengah penguatan IHSG, nilai tukar rupiah yang masih berada di kisaran Rp 16.900 per dollar AS menunjukkan tekanan eksternal masih belum sepenuhnya hilang. Kenaikan harga emas dan penurunan harga minyak dunia juga mencerminkan bahwa pasar global masih berada dalam fase risk on yang belum sepenuhnya kuat,” tukasnya.
Daftar saham yang masuk dalam rekomendasi:
Saham yang dinilai menarik untuk dicermati pada perdagangan Kamis ini antara lain, PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA), PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG), PT Saratoga Investama Sedaya Tbk (SRTG), PT Surya Citra Media Tbk (SCMA), dan PT Bumi Resources Tbk (BUMI).
Saham MBMA menarik secara spekulatif karena harga nikel yang masih relatif tinggi dan potensi sentimen dari sektor hilirisasi, sehingga MBMA berpotensi bergerak menuju target harga Rp 780.
ENRG juga menarik secara spekulatif karena masih tingginya harga energi dan potensi kenaikan kinerja dari sektor migas, dengan target jangka pendek di Rp 1.600.
SRTG menarik untuk trading karena pergerakannya biasanya mengikuti nilai aset investasi dan sentimen pasar, dengan target Rp 2.800.
SCMA menarik untuk trading menjelang momentum belanja iklan dan pemulihan sektor media, dengan target Rp 320.
Sementara itu, BUMI masih menarik secara spekulatif karena pergerakan harga bata bara yang masih relatif stabil dan adanya aliran dana ke saham-saham energi, dengan target jangka pendek di Rp 244.
Lebih jauh, analis sekaligus VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi merekomendasikan dua saham emiten, yaitu:
PT Petrosea Tbk (PTRO) – Speculative buy (support Rp 4.330, resistance Rp 5.300)
PT Darma Henwa Tbk (DEWA) – Trading buy (support Rp 416, resistance Rp 550)
Disclaimer: Artikel ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Seluruh rekomendasi berasal dari analis sekuritas. Keputusan investasi menjadi tanggung jawab investor. Pastikan melakukan riset mandiri sebelum menentukan pilihan.
Tag: #sinyal #bullish #ihsg #berpotensi #lanjut #reli #kamis #intip #rekomendasi #saham #analis